20 Februari 2008

sungguh Ya Allah ampuni dosa hamba

wasiat imam ali ra

Ketahuilah, wahai anakku, bahwa Tuhan yang ditangan-Nya terdapat perbendaharaan langit dan bumi telah mengizinkanmu untuk berdo'a dan meminta kepada-Nya, dan menjamin untuk mengabulkannya."

"Dia menyuruhmu memohon karunia-Nya agar dianugerahkan belas kasih-Nya agar ditumpahkan atasmu. Dia tidak menjadikan suatu penghalang pun yang mencegah seruanmu mencapai-Nya; tidak perlu seorang perantara pun bagimu dihadapan-Nya. Jika engkau melanggar janji dan sumpahmu dan mulai lagi melakukan hal-hal yang telah kau mohonkan ampun atas-Nya, Dia tidak bersegera menghukummu, tidak pula Dia menolakmu dari karunia dan anugerah-Nya dengan seketika; jika engkau sekali lagi memohonkan ampunan-Nya, Dia tidak mempermalukanmu dan tidak pula menghianatimu., walaupun engkau sepenuhnya patut menerimanya, tetapi Dia tetap menerima taubat dan mengampunimu. Dia tidak mengungkit-ngungkit kesalahanmu, dan tidak pula diputuskan harapanmu dari rahmat-Nya. Bahkan Dia menjadikan taubatmu (berhenti dari perbuatan dosa) menjadi amal kebajikan (hasanat). Tuhanmu yang Maha Pengasih telah menetapkan satu ganjaran bagi setiap amal keburukan dan membalas amal kebaikan dengan sepuluh kali lipat. Dia membiarkan pintu taubat dan ampunan-Nya senantiasa terbuka bagimu. Dia mendengar ketika engkau menyeru-Nya ataupun berbisik kepada-Nya. Dia mengabulkan do'amu ketika engkau memohon kepada-Nya."

“Ketahuilah, anakku, bahwa engkau diciptakan untuk akhirat bukan untuk dunia ini. Engkau dilahirkan untuk mati dan tidak untuk hidup selama-lamanya. Keberadaanmu didunia hanyalah untuk sementara. Engkau hidup ditempat yang penuh kehancuran. Tempat dimana engkau sibuk bersiap dan berbekal untuk akhirat. Engkau berada diatas jalan (menuju akhirat). Kematian mengikutimu. Engkau tak dapat melarikan diri darinya… “

3 Februari 2008

Ya Allah jadikan aku orang yang dermawan....

Perasaan selalu ingin memiliki sesuatu yang lebih, tamak serta ambisi dalam hal-hal yang berbau duniawi memang sudah menjadi sifat dan tabiat manusia. Sehingga akan memerlukan penanganan yang ekstra untuk bisa mengendalikan dua watak tersebut. Siapapun orangnya pasti memiliki keduanya. Namun kadar dan efek yang ditimbulkan pasti akan sangat bervariasi
tergantung kemampuan orang tersebut dalam mengendalikan dan meredam keganasan dua virus yang bisa mematikan jiwa tersebutAkibat dari yang ditimbulkan oleh keduannya sangatlah fatal dan dahsyat. Kemampuannya yang bisa menjadi mesin penghancur tatanan kehidupan manusia di dunia dan akherat sangat menakutkan sekali. Dari sinilah
Imam Ghozali kemudian memberikan resep terapi kepada kita agar bisa memproteksi atau minimal mengontrol keduanya agar tidak bisa berkembang
biak di dalam kehidupan ini.

Untuk melawan kedua virus ini sebenarnya manusia cukup mempunyai satu penangkal yang pasti sangat manjur dan mujarab yaitu qona誕h (neriman) serta percaya diri sepenuhnya kepada Alloh bahwa semua rizki mahluq hidup dimuka bumi ini sudah diatur oleh-Nya. Namun untuk mendapatkan obat itu manusiadiharuskan melakukan beberapa hal. Setidaknya ada tiga jalur yang harus ditempuh agar bisa menghindari atau mengkarantina penyakit hati ini.

Yaitu : kesabaran (as-shobru), pengatahuan (al-ilmu) dan pengamalan (al-疎mal). Dalam merealisasikan ketiga hal diatas ada lima jalanyang harus dilalui manusia.

Pertama :

Selalu bersikap ekonomis dan bijak dalam segala penggunaan harta yang dimiliki. Setiap orang yang ingin
memiliki keagungan qona誕h maka hal pertama yang harus dilakukan adalah sebisa mungkin menekan pembelanjaan duniawinya dan menggunakan hartanya hanya untuk keperluan yang pasti dan sangat dibutuhkannya. Artinya ketika dia hanya hidup sendirian (tidak punya tanggungan keluarga) dan sudah merasa cukup dengan satu potong baju saja, maka dia tidak perlu mempunyai dua potong baju atau lebih. Dan bila sudah berkeluarga maka
keluarganya juga hanya diberi sebatas apa yang dibutuhkan saja. Tidak lebih. Karena manusia yang terlalu royal dan boros dalam pembelanjaan harta dia akan sangat sulit memiliki perasaan qona誕h. Dan untuk menghindari itu manusia harus selalu melakukan perhitungan dan
perencanaan yang matang setiap kali akan melakukan penggunaan harta. Sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Rosululloh agar umatnya selalu melakukan pengaturan dalam pengeluaran sampai-sampai beliau mengibaratkan bahwa 鄭t Tadbiru nifsul ma段syah・(perencanaan
belanja adalah separuh dari kehidupan).

Kedua :

ketika di suatu saat manusia dalam kondisi yang berkecukupan dan memiliki kelonggaran ma段syah dia tidak perlu merasa bingung untuk
memikirkan kebutuhannya di hari selanjutnya serta tidak perlu banyak berhayal untuk kehidupannya di hari yang akan datang. Dia harus tetap dan selalu memiliki keyakinan dan kepercayaan bahwa untuk hari esok Alloh telah mempersiapkan rizkinya. Sehingga harta yang dia miliki akan selaludibelanjakan dijalan Alloh tanpa merasa takut miskin di hari berikutnya. Dalam lubuk hatinya terancap keyakinan bahwa Alloh yang menjadikan mahluq di muka bumi ini, maka Dialah yang bertanggung jawab akan kelangsungan hidupnya (rizqinya). Orang yang memiliki kegemaran memupuk kekayaannya pada hakekatnya mereka itu tidak percaya akan janji Alloh atas rizkinya setiap saat. Dan dalam hatinya sudah diracuni syetan dengan perasaan takut miskin dikemudian hari. Sehingga dia akan terjangkiti sifat ambisi menumpuk hartanya dengan dalih untuk persiapan hari esok tanpa mau menggunakannya dijalan Alloh.


Ketiga :

manusia harus mengetahui kalau qona誕h akan selalu memberikan kemulyaan baginya sedangkan tamak dan ambisi akan selalu menyeret dirinya masuk kedalam lembah kehinaan dan derita kepayahan. Bila manusia telah menyadari akan hal tersebut dia akan selalu termotivasi untuk selalu bersifat qona誕h. Manusia yang telah banyak diliputi perasaan tamak dan ambisi mereka akan tidak bisa melepaskan diri dari pergaulan dengan masyarakat sekitarnya. Hal inilah yang kemudian menjadikan posisi manusia tersebut akan sulit atau bahkan tidak mungkin mejalankan misi Alloh yaitu mengajak umat manusia ke jalan kebajikan. Karena orang sudah memiliki ikatan kebutuhan kepada orang lain cenderung memiliki sifat
mudahanah (tidak memiliki kecemburuan agama dan rela melihat orang lain melakukan kedurhakaan). Sebaliknya orang yang mempunyai sifat qona誕h akan merasa selalu merdeka dan jauh dari intervensi orang lain atas kehidupannya.

Keempat :

Banyak melakukan kajian dan telaah atas kejadian-kejadian orang-orang terdahulu kemudian membanding satu dengan yang lainnya. Yakni kembali membuka perjalanan sejarah bagaimana kehidupan orang-orang Yahudi dan Nashroni yang memiliki hobi berfoya-foya dan menghamburkan harta bendanya dan berakhir dengan adzab dari Alloh dan juga mengangan-angan bagaimana kehidupan para Nabi, Waliyulloh, Khulafa置r Rosyidin serta para sahabat Nabi yang serba terbatas dan banyak merasakan kesusahan guna menjauhkan diri dari kotoran dunia namun akhirnya semua berbuah kebahagiaan yang tidak terbatas. Dari kedua sisi kehidupan tersebut kemudian manusia harus memilih antara yang berujung kesengsaraan atau kebahagian.

Dengan mempelajari kembali kisah-kisah mereka maka manusia tidak akan lagi merasakan qona誕h sebagai pekerjaan yang hanya menawarkan kesengasaraan saja. Dan dalam hatinya akan tertanam kesimpulan bahwa berlebih-lebihan dalam urusan perut itu tidak jauh beda dengan
seekor keledai, terlalu larut dalam urusan wanita berarti tidak lebih baik dari pada seekor babi (celeng), dan jor-joran dalam berpakaian dan perhiasan sama halnya ia telah banyak meniru kelakuan orang Yahudi dan Nashroni sedangkan menerima dan ikhlas dengan apa adanya maka selayaknya ia disejajarkan dengan kedudukan para Nabi dan Wali.

Kelima :

Betul-betul memahami bahwa dalam memupuk harta benda akan bisa berakibat memiliki rasa kekhawatiran yang sangat berlebihan padahal sebenarnya tidak perlu dialaminya. Karena sudah bukan hal yang rahasia kalau seseorang yang banyak memiliki harta maka ia akan banyak mempunyai perasaan khawatir akan kehilangan, dirampok, terkena musibah seperti banjir, kebakaran dan sebagainya. Bahkan yang sangat mengerikan adalah hartanya tersebut bisa menjadi tirai penghalang untuk mereguk kenikmatan di sorga. Dan kalaupun ia bisa menggunakan hartanya dijalan Alloh maka untuk masuk sorga kelak dia harus berada di antrean paling akhir. Tak tanggung-tanggung di padang mahsyar nanti dia harus menanti indahnya
sorga sampai 500 tahun dari para orang-orang yang tak punya harta benda.
Agama Islam telah menggariskan konsep agar kita tidak terlalu terbuai memperbanyak harta sebagaimana yang pernah dipesankan oleh Rosululloh kepada shohabat Abu Dzarrin bahwa dalam urusan dunia jangan sekali-kali dia melihat orang yang berada di atasnya.
Karena sudah menjadi kebiasaan manusia kalau dia melihat orang lain memiliki banyak kelebihan materi dia selalu ingin lebih dari dia. Maka langkah aman untuk menghilangkan hal itu adalah untuk urusan akherat (ibadah) kita harus melihat orang yang ada diatas kita. Sebaliknya untuk masalah dunia kita harus melihat orang lain dibawah kita.

Yang tak kalah pentingnya adalah kita harus selalu mengingat-ingat apa yang sering diwasiatkan para ulama・dahulu. Disaat dunia (harta benda) mengucilkan kita maka kita harus selalu melindungi diri dengan sifat qona誕h (neriman) dan menekan sekutanya
perasaan keinginan yang menggebu-gebu untuk mendapatkan harta (ambisi). Namun ketika dunia memihak kepada kita maka kita harus selalu mengedepankan kebutuhan orang lain, selalu bersikap dermawan dan berbuat kebajikan serta menjauhi perasaan bakhil dan tertutup untuk orang lain yang membutuhkan. Karena apa yang digariskan oleh Alloh atas kita terkadang tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan. Tidak sedikit orang yang sangat berambisi memperoleh kekayaan materi tetapi ternyata Alloh malah tidak mempercayai dirinya untuk dititipi harta benda. Sehingg ketika orang tersebut tidak memiliki perisai pelindung (qona誕h) maka tidaklah hal yang mustahil dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Kita tentunya tidak ingin seperti Abu Tsa値ab yang terlalu 僧emaksa・Rosululloh supaya dido誕kan menjadi orang yang kaya agar dirinya bisa lebih memperbenyak ibadah dengan harta yang akan didapatkannya. Tetapi kenyataannya ia ternyata tidak mampu menguasai diri sehingga hartanya tidak bisa menjadikan dia sebagai rang yang mulya di sisi Alloh.

Ketika kita ditakdirkan oleh Alloh menjadi orang yang kaya maka kita harus selalu memelihara sifat dermawan. Karena inilah satu-satunya sifat jaminan yang bisa menjadikan Alloh akan selalu
mempercayai kita untuk memiliki harta benda. Kita tentu tidak sedikit mendengar cerita bagaimana Alloh membuktikan ancaman tersebut terhadap orang berharta yang berlaku kikir. Tidak hanya hartanya saja yang ditarik dari dirinya. Dia juga diseret menuju adzab yang maha pedih dan dahsyat.

Disamping sebagai garansi atas kelanggengan nikmat harta yang telah dianugerahkan sifat dermawan juga bisa menjadi pelindung keberlanjutan agama Islam di muka bumi ini. Seperti halnya yang pernah didawuhkan oleh malaikat Jibril menyampaikan pesan Alloh Swt. kepada Nabi Besar Muhammad Saw. bahwa 的slam ini adalah agama yang aku ridloi. Dan tidak akan pernah ada yang bisa menjaga dan memperbaikinya kecuali hanya sifat dermawan dan berperiku baik (akhlaqul asanah). Maka mulyakanlah Islam ini dengan keduanya sekuat tenaga kamu・ Dapat kita bayangkan betapa agung dan pentingnya kedua sifat ini sampai-sampai dijadikan oleh Alloh sebagai penjamin keberlangsungan agama Islam dan kita diperintahkan mengerahkan segenap tenaga dan kemampuan untuk menjaga dan selalu memilikinya.

Sebenarnya kedermawanan tidak hanya sebatas untuk itu saja (pelindung agama). Jikalau kita ingin negara kita selalu baik dan aman sejahtera maka kedua sifat ini harus terus diupayakan supaya dimiliki semua lapisan masyarakat terlebih mereka yang berharta. Karena keduanya juga merupakan salah satu dari lima pilar vital lain yang menjadi syarat menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.
Antara lainnya adalah ilmul ulama・(keilmuan kaum alim), 疎dlul umaro・(keadilan aparatur pemerintah), sakho置l
aghniya・(kedermawanan konglemerat), du誕ul fuqoro・(do誕 rakyat melarat). Di saat kaum alim tidak mau aktif dengan ilmunya maka masyarakat akan semena-mena. Aparat pemerintah akan bertindak seenaknya dan ogah-ogahan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Para konglomerat akan memanfaatkan kelebihan hartanya untuk membeli semua apa yang dapat dibeli termasuk kebenaran dan keadilan tanpa mau perduli akan hak-hak si miskin. Rakyat melarat yang tidak tahan akan kehidupannya dan merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah dan orang-orang kaya pun akan mengahalalkan segala cara demi menyambung hidupnya. Maka ketika berbagai keadaan ini terakumulasi dari mana bisa mendirikan negara impian yang tentrem, ayem, gemah ripa loh jinawi?. Dan kalau negara sudah tidak beraturan apa mungkin bisa agama dijalankan dalam kehidupan sehari-hari?.

Kalau kebetulan kita mempunyai harta pada hakekatnya itu bukan dan belum menjadi milik kita seutuhnya selama belum dinafaqohkan (dibelanjakan) kepada kebaikan.
Karena harta yang ada pada kita berapapun banyaknya pasti akan pergi dari kita. Dan bagi kita yang telah dipercaya Alloh dengan amanat hartakita harus memilih apakah harta yang akan mengendalikan kita, atau kita yang akan memegang kendali harta benda. Harta akan mengendalikan kita kalau kita tidak bisa berlaku proporsional terhadapnya. Dan di akherat kelak harta akan menjadi beban yang teramat berat bagi kita. Dan sebaliknya kita akan bisa menjadikan harta kita sebagai tameng dari siksa Alloh di neraka kalau semasa didunia kita bisa menjinakkan dan mengendalikannya untuk kita arahkan menuju jalan yang diridloi Alloh subhanahu wata誕la. (454)

27 Januari 2008

Yaa..Allah tetapkan hatiku atas agama-Mu

Sungguh hidup ini senantiasa berada dalam pergiliran. Tidak semua hal dalam keadaan statis tanpa gerak. Perhatikan saja gugusan awan di langit. Pasti hari ini, kemarin juga besok akan berbeda. Cuaca pun juga begitu. Tidak selamanya panas terik mentari akan menyengat kulit lembut kita. Terkadang hujan turun dengan lebat membasahi bumi.

Dalam masalah keimananpun terkadang manusia mengalami suasana pasang juga surut. Terkadang mampu istiqomah dalam ibadah pada satu waktu, namun hanyut dalam lalai pada kesempatan yang lain. Sesungguhnya hati manusia bagaikan mentari. Terkadang sinarnya terang tanpa sekat menyinari bumi. Terkadang pula tak sempurna sinarnya karena terselimuti oleh awan gelap yang melintas.

Allah SWT-lah yang maha menggenggam setiap hati dari hamba-hamba-Nya. Dia-lah yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia. Kita hanyalah manusia yang dho’if (lemah). Terkadang mudah terbawa suasana dan goyah pendirian. Terkadang tidak berpuas diri dengan apa yang ada dihadapan dan masih saja menoleh milik orang lain.

Sudah saatnya kita senantiasa menyadari, bahwa kita adalah makhluk Allah SWT yang harus ridho dengan segala ketentuan yang menghampiri. Kesombongan bukanlah pakaian kita. Dan sungguh, tiada daya upaya selain atas izin Allah SWT. Terkadang, sesuatu yang tidak kita harapkan datang menghampiri, sedangkan sesuatu yang kita harapkan malah tidak menghampiri kita sama sekali.

Lagi-lagi kita tak akan berada dalam satu keadaan yang sama setiap harinya. Hari ini kita bisa tertawa gembira, di lain waktu kita bisa saja bersedih dan menangis haru. Sungguh, setiap diri harus senantiasa bersiap sedia atas banyak cobaan yang datang menghampiri kehidupan. Karena keimanan bukanlah sekedar pengakuan. Dan pasti membutuhkan ujian nyata ketahanan.

Tiada hal lain yang kita pinta selain kekuatan dan keistiqomahan dari Allah SWT dalam menghadapi ujian apapun yang akan menghampiri kita dalam kehidupan ini.

Ya Allah yang maha membolak-balikkan hati…
Tetapkanlah hati kami atas agama-Mu dan dalam ketaatan kepada-Mu…

14 Januari 2008

Yaa...Allah jadikan hati ku Ikhlas

Ketika sedang melaksanakan amal soleh di hadapan orang kita berharap agar perbuatan itu bisa menjadi media dakwah atau ajakan untuk orang namun terlintas pula di hati keinginan untuk dipuji maupun riya, betapa sulitnya melakukan amal dengan hati yang betu betul ikhlas.

Dibawah ini adalah kisah yang diriwayatkan oleh Sayidina Muaz bin Jabal ketika berdialog dengan Rasulullah SAW. Dipetik dari kitab besar tasawuf “Pendidikan Rapat dengan Rohaniah Manusia” ( bahasa Melayu ) yang ditulis oleh Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi.

Rasulullah SAW bersabda: “Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya. Wahai Muaz!”

Jawabku: “Ya Saiyidil Mursalin.”

Sabda Rasulullah SAW: “Sekarang aku akan menceritakan kepadamu, bahwa apabila dihafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau dilupakan (tidak dipedulikan)olehmu maka kamu tidak akan mempunyai hujah di hadapan Allah kelak.

Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Setiap langit ada seorang malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut kadarnyapintu dan keagungannya. Malaikat yang memelihara amalan si hamba akan naik ke langit membawa amalan itu ke langit pertama.

Penjaga akan berkata kepada malaikat Hafazah: ‘Saya penjaga tukang umpat. Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang umpat.’

Esoknya naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya ditahan amalan ini jangan sampai lepas ke langit yang lain.’

Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit berkata:‘Lemparkan balik amalan ini ke muka pemiliknya karena dia
seorang yang sombong’.”

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya: “Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat.Lalu penjaga langit itu berkata: ‘Lemparkan balik amalan ini ke muka empunyanya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan yang ujub.’

Seterusnya amalan si hamba yang lulus di langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain tetapi di pintu langit kelima penjaganya berkata: ‘Ini adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya yang lain. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan balik ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad.’

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata: ‘Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan balik amalan yang indah ini ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang mendapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan ini jangan melintasi langit ini.’

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang lepas hingga langit ketujuh. Rupa cahayanya bagaikankilat dan suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah sembahyang, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain lagi.Tetapi penjaga pintu langit berkata: ‘Saya ini penjaga sum’ah (ingin masyhur). Sesungguhnya si pengamal ini ingin masyhur dalam kumpulan-kumpulan dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan ini jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka i tulah riya’. Allah tidak akan menerima dan mengkabulkan orang-orang yang riya’.’

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni sembahyang, puasa, zakat, haji, umrah,akhlak yang baik dan pendiam, zikir pada Allah, diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga sampai melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadrat Allah SWT. Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan: ‘Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pengintip hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi

tidak boleh menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui. Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apasaja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi. Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya? Laknat-Ku tetap padanya.’

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata: ‘Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka.’ Dan semua yang di langit turut berkata: ‘Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat’.”

Sayidina Muaz kemudian menangis terisak-isak dan berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat selamat dari apa yang diceritakan ini?”

Sabda Rasulullah SAW: “Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan.”

Muaz bertanya kembali: “Tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanya Muaz bin Jabal. Bagaimana saya dapat selamat dan dapat lepas dari bahaya tersebut?”

Sabda Rasulullah SAW: “Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib, maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain.

Jangan riya’ dengan amal supaya amal itu diketahui orang.

Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan Akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika di sebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik.

Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia danAkhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu.

Jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan.

Jangan merobekkan peribadi orang lain dengan mulutmu, kelak engkau akan dirobek-robek oleh anjing-anjing jahanam.

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: ‘Di Neraka itu ada anjing-anjing perobek badan manusia’.

Muaz berkata: “Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?”

Jawab Rasulullah SAW: “Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah SWT. Cukuplah untuk menghindar semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci apa yang berlaku kepada orang lain apa-apa yang dibenci oleh dirimu sendiri. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar.”

Amal ibadah akan tertolak percuma ibarat debu-debu berterbangan kalau keikhlasan hati tidak ada.

Berikut ini ada nasehat dari guru saya Abuya,sehingga setelah kita tahu bagaimana susahnya untuk ikhlas itu, nanti sampai kita akan berdoa kepada Tuhan ” ya Allah aku memohon kepadaMu, dengan rahmat dan kasih sayangMu ikhlaskan lah hatiku,aku sendiri tidak tahu keikhlasanku, hanya Engkaulah yang tahu apakah aku ikhlas atau tidak…”.

Dalam nasehat ini Abuya memberi 12 contoh tolok ukur apakah kita ikhlas atau tidak :

Ikhlas adalah roh ibadah
Tidak ada ikhlas ibadah tidak ada roh
Ibadah tidak ada roh ibadah yang mati
Kalau benda yang bernyawa tidak ada roh
Nyawa sudah tidak berguna
Artinya ibadah dan kebajikan yang tidak ikhlas (tidak ada rohnya) ibadah dan kebajikan itu tidak diterima

Biarlah ibadah dan kebajikan yang sedikit tapi murni (ikhlas) daripada banyak ikhlasnya tidak ada, tertolak semuanya
Oleh itu roh ibadah haruslah dijaga
Kerana ia penentu ibadah atau kebaikan kita ditolak atau diterima
Tidak mudah beribadah atau membuat kebaikan hendak ikhlas
Ikhlas artinya ia dibuat semata-mata kerana Allah Taala
Tidak ada sedikit pun kerana selain-Nya
Kalau ada ia dibuat kerana selain-Nya , ibadahnya atau kebaikannya tidak diterima

Tanda seseorang itu ikhlas atau tidak di antaranya:
1. Orang puji atau keji sama saja. dipuji hati tidak berbunga, dikeji hati tidak pula derita.
2. kalau dia rajin atau beribadah sama ada di waktu seorang atau di waktu ramai sama aja.
3. kerana rajin bekerja atau buat kebaikan, dia tidak marah kalau orang lain tidak menolongnya.
4. apabila letih bekerja tidak pula marah-marah dengan orang lain yang mengganggunya atau tidak buat kerja.
5. kalau dia membuat ibadah atau buat kerja, hatinya tidaklah pula berkata moga-moga ada orang melihat supaya ada orang memujinya
6. setiap kebaikan yang dia buat dia tidak suka orang lain melihatnya takut hatinya berbunga.
7. kalau dia dipuji susah hatinya, kalau di dikeji hatinya dapat menerimanya, hati kecilnya berkata, “aku hamba memanglah ada cacat celanya.”
8. dia membuat baik bukan kerana digesa-gesa, kemudian membuatnya kerana malu dengan manusia
9. dia membuat bukan kerana sudah kehendak masyarakat, kalau tidak dibuat apa kata orang pula.
10. kalau dia dipuji dia rajin atau buat, kalau dia dicaci dia tidak rajin atau tidak buat.
11. kebaikanya suka sangat hendak menyebut-nyebutnya supaya orang tahu.
12. di hadapan orang dia rajin, tertib dan berakhlak, jika seorang dia buat hendak cepat-cepat dan cincai-cincai.

Untuk kita dapat tahu kita ini ikhlas atau tidak atau kurang ikhlas padankan yang 12 tadi

semoga kita bisa...Aamiin....

13 Januari 2008

Hanya dengan pertolongan-Mu

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........

salam,
Agung S
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu." Si ibu terdiam, sejenak, "Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa".

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa' yang disantap orang atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan di dalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara." Semoga........

salam,
Agung S

lantunan doa

Dengan menyebut asma Allah ....
Yang Maha Pengasih dan Penyayang...
Segala Puji hanya bagi Allah .....
Seru sekalian alam....
Ya ALLAH tambahkanlah rohmat ta'dhim....
Kepada Junjungan kami...
Nabi Muhammad
Beserta keluarga Beliau

Ya ALLAH…
Seandainya telah Engkau takdirkan….
Dia bukan miliku…
Bawalah ia jauh dari pandanganku….
Luputkanlah ia dari ingatanku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan….

Serta Ya ALLAH Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti….
Berikanlah aku kekuatan…
Melontar bayangannya jauh ke dada langit…
Hilang bersama senja nan merah..
Agarku bisa bahagia…
Walaupun tanpa bersama dengannya…

Dan Ya ALLAH yang tercinta…
Gantilah yang telah hilang….
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah…
Walaupun tidak sama dengan dirinya…

Ya ALLAH Ya Tuhanku…
Pasrahkanlah aku dengan takdirmu…
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik buat ku….
Karena Engkau Maha Mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini…

Ya ALLAH…
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku…
Di dunia dan di akhirat…
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang dhoif ini…
Jangan Engkau biarkan aku sendirian…
Di dunia ini maupun di akhirat…
Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran…

Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Supaya aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau ridhoi…
Dan karuniakanlah padaku keturunan yang soleh….
Amiiinn Ya Rabbal ‘Alamiinn…