hei sobat... genki desu ka ?
Ini ada sepenggal kisah yang saya yang alami beberapa waktu yang lalu ketika aku lagi nggak ada job di kikai, kisah tentang sebuah ahklak orang jepang dan kesadaran terhadap nilai nilai kebaikan...
Rabu 17 desember kemaren aku diajak Maika san untuk nganter danboru plus gomi kertas ke daerah Kanaya , Shizuoka tepatnya di Kanaya Park karena disitu tempat untuk gomi kertas and temen-temennya... kita berangkat pagi jam 08.10 waktu jepang sehabis senam pagi bareng bareng ama karyawan lainya. Walaupun suasana masih dingin karena suhu ditermometer menunjuk angka 3 derajat celcius tak mengurangi semangat orang Jepang bekerja. Maika san pun dengan gaya bocah tua nakalnya (kata temen2ku) melambaikan tangan nya mengajakku menuju ke mobil box Isuzu elf punya kaisha. kebetulan kemaren sorenya kita berdua selesai mengepak semua danboru itu masuk kemobil jadi sekarang tinggal tancap.akupun dengan bergegas menuju mobil tanpa menghiraukan dingin yang cukup menusuk tulang... " doko ni motte iku...? tanya ku. " a kore.. Kanaya parku , are wa basho no danboru desu... ja iku yo..! begitu kata Maika san.kitapun masuk ke mobil dan berangkat
Sepanjang perjalanan itu kami ngobrol banyak hal... aku yang bertanya trus dia menjawab dengan penuh senyuman. yang ramah diapun balas bertanya dan sebisa mungkin aku jawab dengan bahasa jepang...tapi yaa sekedarnya aja... karena bagiku bertanya lebih mudah dari pada harus menjawab...dia cerita banyak hal tentang jepang tapi tentu hanya dilingkup kehidupanya saja. terkadang kata-katanya begitu cepat melesat diucapkan sehingga aku terkadang aku tak faham .. yaa aku cuma haik haik aja pura pura mengerti... guyonan pun banyak terlontar aku berusaha menyambutnya karena model bercandanya cuman itu-itu aja... hujan gerimis mulai mengiringi perjalanan kami saat berjalan kurang lebih 10 kilo tiba2 Maika san menghentikan kendaraan dipemberhentian ditepi jalan tepat disebuah toilet umum, ternyata Maika san hendak buang air kecil. aku pun ikut turun dari mobil walaupun hanya untuk sekedar melihat situasi... melihat keadaan toilet umum aku jadi kagum... bersih tertata rapi dan sama sekali tidak tercium bau toilet... lebih kagum lagi ketika kulihat Maika san tiba tiba mengambil sebuah kain pel dan mulai mengusap lantai bekas pijakan sepatunya karena memang sepatunya agak basah oleh air hujan ...setelah bersih barulah bergegas menuju ke mobil... dan kamipun melanjutkan perjalanan. Dalam bathinku berkata " wah kok bisa orang punya kesadaran seperti ini ...bagus sekali ...! andai semua orang begitu..!
baru 5 menit berjalan disebuah persimpangan didepan aku melihat seorang bapak menggunakan mobil sedan Honda Oddisey warna hitam, hendak masuk ke jalur, melihat hal itu Maika san segera menhentikan laju kendaraan dia pun dengan isyarat dimmer mempersilakan bapak itu untuk menyeberang otomatis semua kendaraan dibelakangku ikut berhenti, kemudian mobil sedan itupun masuk dan ikut melaju di jalur dan Maika san pun bergerak memacu mobilnya... sebuah tindakan yang bagus sekali mempersilahkan orang lain untuk mengambil hak nya... tindakan yang jarang kutemui di Indonesia... kurang lebih 2 jam perjalanan dan kami pun sampai tujuan ... sampai ditempat akupun kagum bahwa tempat pembuangan danboru dan gomi kertas itupun terlihat bersih tertata rapi keliatan teratur sekali... tak ada keruwetan seperti keadaan di Indonesia... selama kurang lebih 10 menit proses selesai. setelah Maika san membelikan aku kopi panas di dydo kemudian kamipun bergegas menuju kota Shimada karena Maika san harus mengambil titipan disana. kuamati sepanjang perjalan bahwa semua pengendara kendaraan begitu tertib mematuhi lalu lintas.. suasana kota pun terlihat bersih rapi walaupun agak hujan...apalagi kalau nggak hujan pikirku..!"
Petikan kisah diatas hanya sebagian kecil dari banyak kisah baik lain bahkan yang lebih bagus dari itupun banyak..cuma kebetulan ini yang aku alami sendiri...
Kebersihan lingkungan disini menjadi hal yang sangat penting dimana tempat pasti akan kita jumpai toilet umum yang bersih rapi dan jauh dari bau tak sedap.. sampah pun dibedakan antara kertas kaleng plastik dan lainya bisa kita temui tempat sampah khusus ini di berbagai fasilitas umum.. hebat bukan padahal disini saya yakin gak ada slogan " anadhofatu minal iman " kebersihan itu sebagian dari iman. seperti pelajaran agama sewaktu di SD dulu
Menjadi sebuah perenungan kenapa orang jepang bisa memiliki kesadaran seperti itu, yang memiliki kesadaran akan hak orang lain, bersedia saling bantu membantu, menghormati orang lain, ramah terhadap yang lebih muda dan kebaikan lain yang menunjukan ketinggian ahklak seseorang. seperti ciri-ciri akhlak penghuni surga dalam kisah para sahabat Rosullulloh SAW. Jauh dengan yang kita yang terkadang mengaku sebagai orang yang baik., tapi masih saja egois, mengaku paling benar, paling berhak ,ingin menang sendiri, dan banyak kejelekan kejelekan lainya. padahal setahuku disini tak ada pelajaran agama seperti kita di sekolah dasar dahulu... karena memang ini negara sekuler. kita yang punya agama justru sering tidak mengamalkan nilai nilai kebaikan tersebut. sungguh ironis bukan..?
Berbuat baik hanya ketika dilihat orang , mungkin karena punya tendensi tertentu yaitu kebaikan demi sebuah kepentingan pribadi... atau kita berbuat baik dengan kesadaran bahwa ini adalah bagian dari perintah-Nya,
Jadi sudahkah kita menjadi orang baik, berakhlak mulia seperti junjungan kita Nabi Muhammad SAW contoh diatas hanya sebagian kecil dari apa yang dicontohkan oleh Rosulullooh SAW kita memang tidak mungkin menyamai akhlak Beliau Rosulullooh SAW tapi paling tidak dari hal hal yang sepele ini kita harus memulainya...tentu dengan niat semata mata menjalankan perintah Allah SWT...
semoga bisa..!
Ini ada sepenggal kisah yang saya yang alami beberapa waktu yang lalu ketika aku lagi nggak ada job di kikai, kisah tentang sebuah ahklak orang jepang dan kesadaran terhadap nilai nilai kebaikan...
Rabu 17 desember kemaren aku diajak Maika san untuk nganter danboru plus gomi kertas ke daerah Kanaya , Shizuoka tepatnya di Kanaya Park karena disitu tempat untuk gomi kertas and temen-temennya... kita berangkat pagi jam 08.10 waktu jepang sehabis senam pagi bareng bareng ama karyawan lainya. Walaupun suasana masih dingin karena suhu ditermometer menunjuk angka 3 derajat celcius tak mengurangi semangat orang Jepang bekerja. Maika san pun dengan gaya bocah tua nakalnya (kata temen2ku) melambaikan tangan nya mengajakku menuju ke mobil box Isuzu elf punya kaisha. kebetulan kemaren sorenya kita berdua selesai mengepak semua danboru itu masuk kemobil jadi sekarang tinggal tancap.akupun dengan bergegas menuju mobil tanpa menghiraukan dingin yang cukup menusuk tulang... " doko ni motte iku...? tanya ku. " a kore.. Kanaya parku , are wa basho no danboru desu... ja iku yo..! begitu kata Maika san.kitapun masuk ke mobil dan berangkat
Sepanjang perjalanan itu kami ngobrol banyak hal... aku yang bertanya trus dia menjawab dengan penuh senyuman. yang ramah diapun balas bertanya dan sebisa mungkin aku jawab dengan bahasa jepang...tapi yaa sekedarnya aja... karena bagiku bertanya lebih mudah dari pada harus menjawab...dia cerita banyak hal tentang jepang tapi tentu hanya dilingkup kehidupanya saja. terkadang kata-katanya begitu cepat melesat diucapkan sehingga aku terkadang aku tak faham .. yaa aku cuma haik haik aja pura pura mengerti... guyonan pun banyak terlontar aku berusaha menyambutnya karena model bercandanya cuman itu-itu aja... hujan gerimis mulai mengiringi perjalanan kami saat berjalan kurang lebih 10 kilo tiba2 Maika san menghentikan kendaraan dipemberhentian ditepi jalan tepat disebuah toilet umum, ternyata Maika san hendak buang air kecil. aku pun ikut turun dari mobil walaupun hanya untuk sekedar melihat situasi... melihat keadaan toilet umum aku jadi kagum... bersih tertata rapi dan sama sekali tidak tercium bau toilet... lebih kagum lagi ketika kulihat Maika san tiba tiba mengambil sebuah kain pel dan mulai mengusap lantai bekas pijakan sepatunya karena memang sepatunya agak basah oleh air hujan ...setelah bersih barulah bergegas menuju ke mobil... dan kamipun melanjutkan perjalanan. Dalam bathinku berkata " wah kok bisa orang punya kesadaran seperti ini ...bagus sekali ...! andai semua orang begitu..!
baru 5 menit berjalan disebuah persimpangan didepan aku melihat seorang bapak menggunakan mobil sedan Honda Oddisey warna hitam, hendak masuk ke jalur, melihat hal itu Maika san segera menhentikan laju kendaraan dia pun dengan isyarat dimmer mempersilakan bapak itu untuk menyeberang otomatis semua kendaraan dibelakangku ikut berhenti, kemudian mobil sedan itupun masuk dan ikut melaju di jalur dan Maika san pun bergerak memacu mobilnya... sebuah tindakan yang bagus sekali mempersilahkan orang lain untuk mengambil hak nya... tindakan yang jarang kutemui di Indonesia... kurang lebih 2 jam perjalanan dan kami pun sampai tujuan ... sampai ditempat akupun kagum bahwa tempat pembuangan danboru dan gomi kertas itupun terlihat bersih tertata rapi keliatan teratur sekali... tak ada keruwetan seperti keadaan di Indonesia... selama kurang lebih 10 menit proses selesai. setelah Maika san membelikan aku kopi panas di dydo kemudian kamipun bergegas menuju kota Shimada karena Maika san harus mengambil titipan disana. kuamati sepanjang perjalan bahwa semua pengendara kendaraan begitu tertib mematuhi lalu lintas.. suasana kota pun terlihat bersih rapi walaupun agak hujan...apalagi kalau nggak hujan pikirku..!"
Petikan kisah diatas hanya sebagian kecil dari banyak kisah baik lain bahkan yang lebih bagus dari itupun banyak..cuma kebetulan ini yang aku alami sendiri...
Kebersihan lingkungan disini menjadi hal yang sangat penting dimana tempat pasti akan kita jumpai toilet umum yang bersih rapi dan jauh dari bau tak sedap.. sampah pun dibedakan antara kertas kaleng plastik dan lainya bisa kita temui tempat sampah khusus ini di berbagai fasilitas umum.. hebat bukan padahal disini saya yakin gak ada slogan " anadhofatu minal iman " kebersihan itu sebagian dari iman. seperti pelajaran agama sewaktu di SD dulu
Menjadi sebuah perenungan kenapa orang jepang bisa memiliki kesadaran seperti itu, yang memiliki kesadaran akan hak orang lain, bersedia saling bantu membantu, menghormati orang lain, ramah terhadap yang lebih muda dan kebaikan lain yang menunjukan ketinggian ahklak seseorang. seperti ciri-ciri akhlak penghuni surga dalam kisah para sahabat Rosullulloh SAW. Jauh dengan yang kita yang terkadang mengaku sebagai orang yang baik., tapi masih saja egois, mengaku paling benar, paling berhak ,ingin menang sendiri, dan banyak kejelekan kejelekan lainya. padahal setahuku disini tak ada pelajaran agama seperti kita di sekolah dasar dahulu... karena memang ini negara sekuler. kita yang punya agama justru sering tidak mengamalkan nilai nilai kebaikan tersebut. sungguh ironis bukan..?
Berbuat baik hanya ketika dilihat orang , mungkin karena punya tendensi tertentu yaitu kebaikan demi sebuah kepentingan pribadi... atau kita berbuat baik dengan kesadaran bahwa ini adalah bagian dari perintah-Nya,
Jadi sudahkah kita menjadi orang baik, berakhlak mulia seperti junjungan kita Nabi Muhammad SAW contoh diatas hanya sebagian kecil dari apa yang dicontohkan oleh Rosulullooh SAW kita memang tidak mungkin menyamai akhlak Beliau Rosulullooh SAW tapi paling tidak dari hal hal yang sepele ini kita harus memulainya...tentu dengan niat semata mata menjalankan perintah Allah SWT...
semoga bisa..!

